BORNEONEWS, Nanga Bulik - Warga mengeluhkan minimnya fasilitas umum di kawasan Bundaran Rusa, ikon Kota Lamandau yang dinilai belum memiliki fasilitas umum yang memadai.
Keluhan muncul dari para pengunjung yang kerap menghabiskan waktu di lokasi tersebut, baik untuk bersantai maupun mengikuti kegiatan masyarakat.
"Kalau mau buang air susah sekali di sekitar Bundaran Rusa. Kami sering kumpul di sini, apalagi kalau ada acara. Harusnya ada toilet umum yang bersih dan terawat," ujar Roni, warga asal Pangkalan Bun saat ditemui di lokasi, Senin, 19 Mei 2025.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya. Mereka berharap pemerintah daerah segera menyediakan toilet umum yang layak di sekitar Bundaran Rusa, mengingat tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lamandau, Joni Elen mengatakan bahwa pembangunan toilet umum di Bundaran Rusa telah masuk dalam program prioritas tahun ini.
"Bangunan sebelumnya sudah ada. Nantinya akan kita revitalisasi agar lebih memadai. Bukan hanya di Bundaran Rusa, tetapi juga di Bundaran Alun-alun, semua sudah masuk program prioritas," ujar Joni saat dikonfirmasi, Senin 19 Mei 2025.
Joni menyebut anggaran pembangunan toilet umum sudah tercantum dalam APBD 2025. namun ia belum bisa memastikan kapan proyek tersebut dimulai karena masih dalam tahap lelang dan pengadaan.
Pemkab Lamandau berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana umum demi kenyamanan warga. Toilet umum yang bersih dan layak dinilai penting untuk menunjang kenyamanan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. (MUHAIMIN/R)
Bundaran Rusa Minim Fasilitas Umum Dikeluhkan Masyarakat
Bagikan:

NANGA BULIK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gerakan Pangan Murah di Lamandau Beri Subsidi 20 Persen demi Bantu Warga Dapatkan Bahan Pokok Terjangkau
Ambulans Desa Sungai Buluh Mulai Beroperasi, Dukung Akses Kesehatan Masyarakat
Bujang Dara Lamandau 2026 Diminta Promosikan Wisata Daerah
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Setelah Berbulan-bulan Diselimuti Kabut Asap, Nanga Bulik Akhirnya Hujan
Komentar (0)
Memuat komentar…







