BORNEONEWS, Palangka Raya - Sungai Kahayan dan Sungai Rungan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami peningkatan debit air. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi.
Peningkatan debit air ini meningkatkan risiko bahaya tenggelam, sehingga kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Kahayan dan Sungai Rungan untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar sungai.
"Aktivitas di sungai, seperti memancing, mencuci, atau mandi, perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati," katanya, Selasa, 20, Mei 2025.
BPBD juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) saat beraktivitas di sungai. Penggunaan pelampung atau jaket pelampung sangat dianjurkan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap arus sungai yang mungkin lebih deras dari biasanya. Selain kewaspadaan pribadi, BPBD juga meminta peran serta masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat.
Jika terjadi kecelakaan atau melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan di sungai, segera hubungi call center 112 Palangka Raya untuk mendapat bantuan dari Pemko Palangka Raya.
BPBD Palangka Raya akan terus memantau kondisi debit air Sungai Kahayan dan Sungai Rungan. Informasi terkini akan terus disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti imbauan BPBD, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bahaya tenggelam dan tetap aman beraktivitas di sekitar sungai.
"Keselamatan dan keamanan warga Palangka Raya merupakan prioritas utama bagi kami," pungkasnya. (PATHUR/j)









