PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang Hari Raya Iduladha yang akan jatuh pada awal Juni 2025, Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, mulai mengantisipasi potensi terjadinya fluktuasi harga bahan pokok di pasar. 

Ia mengingatkan, langkah strategis perlu dilakukan pemerintah daerah agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Menurut Tantawi, momen Iduladha biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan terhadap sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan kebutuhan pokok lainnya, yang kerap menyebabkan kenaikan harga.

“Kami dari Komisi II terus memantau kondisi harga pasar, khususnya menjelang Iduladha. Pemerintah perlu segera mengambil langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat,” kata Tantawi, Selasa 20 Mei 2025.

Tantawi mendorong agar dinas terkait seperti Dinas Perdagangan segera melakukan koordinasi dengan para pelaku usaha, distributor, dan pengelola pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap stabil. 

--page

Selain itu, ia juga menyarankan digelarnya operasi pasar atau pasar murah sebagai salah satu solusi konkret menjaga stabilitas harga.

“Intervensi melalui pasar murah atau operasi pasar perlu dilakukan lebih awal. Jangan sampai masyarakat menjerit saat kebutuhan melonjak tapi pasokan terbatas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjelang hari raya, isu kelangkaan bahan pokok sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan penimbunan dan permainan harga. Karena itu, pengawasan di lapangan perlu ditingkatkan.

Tantawi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan ekonomi daerah, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (MARINI/y)