BORNEONEWS, Palangka Raya - Menghadapi datangnya musim kemarau, Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, mengimbau para petani agar segera melakukan berbagai persiapan dan langkah adaptasi guna meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Ia menekankan, pentingnya antisipasi sejak dini agar produksi pertanian tetap berjalan dan tidak mengalami penurunan signifikan.
Menurut Yudhi, musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup panjang dapat memengaruhi ketersediaan air dan kesuburan lahan, sehingga perlu strategi yang tepat untuk menghadapinya.
“Petani harus mulai mempersiapkan diri, baik dari sisi teknis seperti irigasi dan pengelolaan lahan, maupun dari sisi pilihan komoditas yang tahan terhadap kekeringan,” ujarnya, Selasa 20 Mei 2025.
Ia menyarankan agar petani bekerja sama dengan penyuluh pertanian dan dinas terkait untuk memperoleh informasi dan dukungan teknis, seperti penggunaan varietas tanaman tahan kering, pola tanam yang sesuai, serta teknologi hemat air.
--page
Selain itu, Yudhi juga mendorong agar pemerintah daerah melalui dinas pertanian segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan menyiapkan program bantuan bagi petani terdampak, termasuk penyediaan pompa air, sumur bor, atau embung desa.
“Kami mendorong adanya sinergi antara petani, pemerintah, dan pihak swasta dalam memastikan pertanian tetap produktif di tengah tantangan iklim yang tidak menentu,” tambahnya.
Yudhi menegaskan bahwa keberlanjutan sektor pertanian sangat penting, tidak hanya bagi ketahanan pangan lokal tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian. (MARINI/Y)









