KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong telah menyerahkan SK kepada CPNS yang ada di lingkup pemerintah setempat. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan di GPU Tampung Penyang, Senin, 19 Mei 2025.

"Ada beberapa pesan yang ingin saya sampaikan kepada Saudara semua CPNS yang baru di lingkup pemerintah kabupaten Gunung Mas, pertama yakni bekerja lah dengan baik dan benar," kata Jaya, Selasa, 20 Mei 2025.

Sebab kata Jaya, baik belum tentu benar. Sehingga Jaya meminta CPNS untuk bekerja secara baik dan benar sesuai denggan aturan yang berlaku.

Kemudian, ia meminta kepada para CPNS yang baru untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan bekerja dengan hati yang melayani masyarakat khususnya di Kabupaten Gunung Mas.

Selain itu, mereka diminta untuk bersyukur dengan pekerjaan atau posisi saat ini. Sebab ada banyak orang yang berebut mendaftar CPNS namun tidak semua bisa lolos.

"Salah satu cara bersyukur atas posisi Saudara saat ini yakni dengan tidak buru-buru untuk meminta mutasi ke daerah lain. Karena ada banyak orang yang menginginkan posisi kalian namun kalianlah yang beruntung," ucapnya.

Selanjutnya, orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau itu juga berpesan agar para CPNS bisa segera beradaptasi di lingkungan yang mungkin berbeda dari lingkungan daerah mereka tinggal.

Sementara itu, Sekda Gunung Mas Richard menjelaskan ada 294 orang yang lulus CPNS tahun anggaran 2024 di lingkup pemerintah Kabupaten Gunung Mas dan diusulkan mendapatkan NIP.

"Pelaksanaan kegiatan seleksi CPNS di lingkungan Pemkab Gunung Mas tahun anggaran 2024 telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang ditentukan oleh panitia seleksi nasional," kata Sekda.

Richard melanjutkan bahwa ada 40 formasi pada pendaftaran CPNS tahun 2024 di Pemkab Gunung Mas yang tidak terisi oleh pelamar.

Formasi tersebut yakni Arsiparis terampil satu orang, dokter gigi sebanyak 7 orang, dokter spesialis anak dua orang, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif sebanyak dua orang, dokter spesialis obstetri dan ginekologi satu orang, dokter spesialis penyakit dalam sebanyak satu orang.

Lalu formasi untuk pengawas pendataan statistis sebanyak satu orang, pengelola layanan kelautan dan perikanan sebanyak dua orang, formasi pengendali konten internet sebanyak satu orang, pranata komputer ahli pratama sebanyak satu orang, pranata komputer terampil sebanyak 14 orang.

Selanjutnya formasi pranata sumber daya manusia aparatur terampil sebanyak 1 orang, sandiman ahli pertama sebanyak satu orang, surveyor pemetaan ahli pertama sebanyak satu orang, teknisi transfusi darah terampil sebanyak dua orang dan formasi pengelola layanan kesehatan (disabilitas) untuk dua orang. (RISKA YULYANA/H)