MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemkab Barito Utara terus berupaya memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Gazali, mengatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kemandirian desa melalui pengelolaan usaha yang lebih efektif dan efisien.

"Kami ingin BUMDes dan BUMDesma mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan," ujar Gazali saat membuka kegiatan sosialisasi di Muara Teweh.

Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara BUMDes, BUMDesma, dan Perusahaan Daerah (Perusda) Batara Membangun dalam upaya memotong rantai distribusi bahan pangan yang selama ini membuat harga kebutuhan pokok di desa menjadi tinggi.

Pemkab Barito Utara mencatat, pada tahun 2024 tidak terjadi peningkatan signifikan dalam status kelembagaan BUMDes maupun BUMDesma dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total 79 BUMDes, 34 di antaranya dinyatakan tidak aktif karena minimnya pengembangan usaha dan mahalnya harga barang yang dijual.

Salah satu penyebab utama adalah sistem distribusi yang masih mengandalkan perantara, sehingga berdampak pada harga jual yang tinggi di tingkat desa.

“Kami ingin memangkas mata rantai ini. Dinas Sosial PMD akan memfasilitasi kemitraan langsung antara BUMDes dan Perusda agar harga bahan pokok bisa lebih terjangkau,” jelas Gazali.

Lebih lanjut, Gazali juga menyinggung pentingnya percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2025. Keberadaan koperasi ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mengembangkan unit usaha BUMDes dan BUMDesma.

Meski begitu, Gazali mengakui adanya kekhawatiran di kalangan pengurus BUMDes yang menganggap koperasi sebagai pesaing. 

“Koperasi desa bukanlah kompetitor, melainkan mitra dalam membangun ekonomi desa secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 143 peserta dari berbagai unsur, termasuk camat se-Barito Utara, 45 kepala desa yang memiliki BUMDes aktif, 45 direktur BUMDes, 9 direktur BUMDesma, serta tenaga ahli dan pendamping desa dari berbagai level.

Kepala Bidang Ekonomi Masyarakat Pemanfaatan SDA dan TTG Dinas Sosial PMD, Nety Kumalasari, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi bekal pengetahuan bagi para pelaku BUMDes agar mampu beradaptasi dan membangun kemitraan strategis demi memajukan ekonomi desa.