BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) terus mendorong pembentukan koperasi berbasis masyarakat di tingkat kelurahan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah.
Sekretaris DPKUKMP Palangka Raya, Hadriansyah, menyampaikan bahwa proses pendirian koperasi dilakukan melalui musyawarah bersama warga di masing-masing kelurahan. Masyarakat dilibatkan secara langsung, mulai dari tahap penyuluhan hingga pendampingan teknis.
“Kami hadir bukan hanya sebagai fasilitator, tapi juga mendampingi dari awal hingga koperasi benar-benar berjalan,” ujarnya, Selasa, 20 Mei 2025.
Program ini juga merupakan bagian dari implementasi visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan ekonomi nasional melalui gerakan koperasi rakyat, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita.
Rencananya, 30 kelurahan di Kota Palangka Raya akan membentuk dan mengelola Koperasi Merah Putih, yang sepenuhnya dikendalikan oleh masyarakat lokal. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi berbasis gotong royong dan pemberdayaan.
“Kami optimistis koperasi ini akan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkelanjutan,” kata Hadriansyah.
DPKUKMP Palangka Raya juga mengajak tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dan seluruh elemen warga untuk aktif mendukung pembentukan koperasi ini. Semangat kolaborasi dan partisipasi publik sangat penting untuk keberhasilan koperasi sebagai instrumen kemandirian ekonomi.
Sebelumnya, DPKUKMP telah melakukan sosialisasi Koperasi Merah Putih ke berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Respons dari para OPD pun positif, dengan harapan koperasi ini bisa segera hadir di seluruh kelurahan.
“Dengan semangat gotong royong, Koperasi Merah Putih akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang tangguh dan inklusif,” tutup Hadriansyah.









