BORNEONEWS, Sukamara – Petugas Haji Kloter 6 Embarkasi Banjarmasin, Rendy Lesmana, melaporkan bahwa pelaksanaan Program Haji Ramah Lansia berjalan dengan baik dan optimal bagi para jemaah asal Kalimantan Tengah yang saat ini tengah menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Rendy menyampaikan bahwa para jemaah, terutama yang berstatus lansia atau memiliki risiko tinggi dalam aspek kesehatan, telah mendapatkan pendampingan khusus sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Madinah.
"Pagi ini kami memberikan bimbingan manasik dan pendampingan ziarah kepada jemaah lansia Kloter 6 Banjarmasin. Program Haji Ramah Lansia dari Kementerian Agama ini benar-benar diimplementasikan di lapangan," ujarnya saat dihubungi dari Sukamara.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa jemaah terlihat menggunakan kursi roda, yang langsung didampingi oleh petugas haji dan pembimbing ibadah. Mereka tidak hanya membantu dari sisi mobilitas, tetapi juga memberi penguatan spiritual agar para jemaah bisa menjalani ibadah dengan nyaman dan aman.
"Kami memastikan seluruh lansia mendapat pelayanan maksimal, mulai dari bimbingan ibadah, pengawalan saat ziarah, hingga dukungan kesehatan," tambah Rendy.
Saat ini, jemaah dari Kloter 6 yang terdiri dari gabungan jemaah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan tengah berada di Madinah, menunggu penyelesaian proses pembagian kartu Nusuk – identitas digital resmi yang diperlukan untuk memasuki Makkah.
Dari total 423 kartu Nusuk yang harus dibagikan, sebagian besar telah diberikan kepada jemaah. Rendy menyebut bahwa seluruh kartu diharapkan selesai didistribusikan pada hari ini agar pergerakan jemaah ke Makkah bisa berjalan lancar.
"Jika tidak ada kendala, seluruh jemaah akan segera bergerak menuju Makkah dalam kondisi siap dan tertib," jelasnya.
Rendy menyampaikan bahwa para jemaah haji asal Kalimantan Tengah turut mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Agustiar Sabran, atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan dalam mendukung keberangkatan dan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah haji.









