BORNEONEWS, Palangka Raya - Perusahaan emiten sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Tbk membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya pada Rabu, 21 Mei 2025.
Seperti dilansir dari Bursa Efek Indonesia atau BEI, dividen yang disetorkan SSMS mencapai Rp450 miliar atau setara dengan Rp47,24 per saham. Pembagian dividen ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada investor setelah perusahaan mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2024.
Jumlah dividen tersebut berasal dari 55 persen laba bersih perusahaan pada tahun 2024, yang mencapai Rp819,53 miliar. Kebijakan pembagian dividen ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham serta menjaga kepercayaan pasar terhadap prospek usaha ke depan.
Keputusan pembagian dividen dilakukan setelah mendapat persetujuan dari rapat umum pemegang saham tahunan atau RUPST pada 22 April 2025 lalu. Dalam pertemuan tersebut, pemegang saham sepakat bahwa perusahaan memiliki fundamental keuangan yang kuat untuk tetap memberikan keuntungan yang optimal bagi para investor.
Direktur Utama PT SSMS, Jap Hartono menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari strategi bisnis yang efektif, termasuk efisiensi operasional dan ekspansi pasar.
--page
"Pertumbuhan laba usaha juga tercatat signifikan, dengan kenaikan 47,99 persen, mencapai Rp1,77 triliun dibandingkan Rp1,20 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, total laba komprehensif setelah penyesuaian proforma melonjak 71,54 persen, dari Rp527 miliar pada 2023 menjadi Rp904 miliar pada 2024," kata Direktur Utama PT SSMS, Jap Hartono dalam rilisnya pada Selasa, 22 April 2025 lalu.
Para analis pasar menyambut baik keputusan pembagian dividen ini, karena mencerminkan stabilitas keuangan perusahaan serta prospek industri sawit yang tetap menarik bagi para investor. Langkah ini juga memperkuat posisi perusahaan di sektor agribisnis, yang menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional.
Selain SSMS, ada empat emiten lainnya yang secara serentak tebar dividen hari ini. Pertama ada TOWR. Emiten menara Grup Djarum ini membagikan dividen final tahun buku 2024 sebesar Rp499,7 miliar atau setara Rp9,9 per saham. Sebelumnya, TOWR sudah menyetor dividen interim sebesar Rp300 miliar yang dibayarkan pada 22 Januari 2025. Dengan demikian, TOWR mengguyur total dividen tahun buku 2024 sebesar Rp800 miliar atau setara Rp15,9 per saham.
Adapun yang mendasari pembagian dividen tersebut yakni laba bersih 2024 yang mencapai Rp3,33 triliun. Lalu jumlah saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp19,12 triliun dengan total ekuitas Rp19,16 triliun.
Kedua ada GOOD. Emiten makanan dan minuman ini menebar dividen tunai tahun buku 2024 dengan total nilai Rp350,33 miliar atau Rp9,5 per saham. Jumlah dividen ini setara dengan 56,10 persen dari laba bersih 2024 yang sebesar Rp624,47 miliar. Kemudian penggunaan laba bersih sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib, serta sisanya sebesar Rp272,13 miliar sebagai cadangan umum yang belum ditentukan penggunaannya.
--page
Ketiga, ada BALI. Emiten penyedia infrastruktur menara telekomunikasi ini mengguyur dividen tunai Rp50 per saham dengan total nilai Rp196,72 miliar. Dividen yang dibagikan tersebut sekitar 136 persen atau melebihi laba bersih 2024 yang sebesar Rp144,27 miliar dengan memanfaatkan saldo laba ditahan yang tersedia.
Lalu terakhir, ada TRIS. Emiten tekstil ini menyetorkan dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp15,18 miliar atau setara Rp4,9 per saham. Jumlah dividen tersebut setara 32,46 persen dari laba bersih perseroan 2024 yang sebesar Rp46,76 miliar. (TESTI PRISCILLA/Y)









