BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, berharap, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA mulai tahun ajaran 2025/2026, dapat memperbaiki mekanisme seleksi masuk sekolah agar lebih adil, transparan, dan berpihak pada kelompok rentan.
Dia menuturkan, salah satu fokus utama dari SPMB adalah penguatan jalur afirmasi yang ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas.
"SPMB diharapkan menjadi sistem yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak usia sekolah, terutama mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu dan berkebutuhan khusus," ujar Hasan, Rabu, 21 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa jalur afirmasi harus benar-benar dijalankan dengan prinsip keadilan sosial, bukan sekadar formalitas.
Oleh karena itu, perlu ada pengawasan ketat dalam proses verifikasi data calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur ini.
--page
Hasan juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya untuk menyiapkan sistem SPMB secara matang, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kebingungan saat penerapannya.
"Kami di Komisi III siap mengawal proses transisi dari PPDB ke SPMB, termasuk mendorong penyiapan regulasi dan teknis pelaksanaan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas," tegasnya.
Dengan ini, diharapkannya sistem penerimaan siswa baru di Palangka Raya akan semakin baik dan menjawab persoalan ketimpangan akses pendidikan yang selama ini masih menjadi keluhan banyak pihak. (MARINI/Y)









