PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna meningkatkam minat baca di daerah yang jauh dari perpustakaan umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)  kembali menjalankan program layanan Mobil Perpustakaan Keliling. 

Perpustakaan tersebut dalam beberapa waktu lalu sempat menyinggahi SDN 1 Babual Baboti yang berada di Kecamatan Kotawaringin Lama.

Kepala Dispursip Kobar, Rosihan Pribadi, Kamis, 22 Mei 2025 menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan pelajar, terutama di daerah yang jauh dari fasilitas perpustakaan umum.

“Kami ingin memastikan akses terhadap buku dan bacaan bermutu dapat dinikmati secara merata oleh semua pelajar, termasuk yang berada di pelosok,” jelas Rosihan Pribadi.

Rosihan Pribadi menjelaskan tim Dispursip yang bergerak saat itu diantaranya adalah Ilzam Hamidi, Sri Wahyuni dan Ira Mutia Handayani.

--page

"Sesaat tiba di lokasi mereka langsung menemui Kepala Sekolah SDN 1 Babual Baboti, Dipin, untuk berkoordinasi sebelum kegiatan dimulai," jelas Rosihan Pribadi.

Rosihan Pribadi menjelaskan kegiatan tersebut disambut antusias oleh para siswa. "Sebanyak 53 murid mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi layanan perpustakaan keliling, pemanfaatan koleksi buku, hingga sesi membaca bersama," jelas Rosihan Pribadi.

Terpisah, salah seorang tim Dispursip Kobar, Ilzam Hamidi menjelaskan saat itu pihaknya mensosialisasikan pentingnya menumbuhkan minat baca sejak dini. 

“Melalui layanan ini, kami ingin memperkenalkan buku sebagai teman belajar yang menyenangkan. Anak-anak kami ajak membaca di luar kelas agar semakin dekat dengan dunia literasi,” jelas Izham Hamidi

Karena, lanjut Izham Hamidi, buku adalah jendela ilmu. Dengan membaca, anak-anak bisa menjelajah dunia tanpa harus ke mana-mana.

"Ini adalah investasi mereka di masa depan. Dalam kegiatan ini para  siswa diminta menceritakan kembali isi buku yang mereka baca. Salah satu siswi tampil percaya diri menyampaikan cerita yang ia pahami, sebagai bentuk apresiasi terhadap kegiatan literasi tersebut," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/Y)