PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya memperkuat riset nasional di sektor kelapa dan kakao, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menyelenggarakan Focus Group Discussion atau FGD bertajuk “Penyusunan Roadmap Riset Industri Kelapa dan Kakao Indonesia dari Hulu sampai Hilir Periode 2025–2035”. Acara yang berlangsung secara hybrid ini bertujuan untuk menciptakan strategi riset yang berkelanjutan guna menghadapi tantangan di industri kelapa dan kakao secara menyeluruh.

Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana BPDPKS, Kabul Wijayanto, membuka acara dengan menekankan pentingnya roadmap riset yang konkret, aplikatif, dan berbasis data.

“Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman bagi berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan industri kelapa dan kakao, mulai dari budidaya hingga hilirisasi, dengan memanfaatkan teknologi dan memperkuat kemitraan lintas sektor,“ jelas Kabul.

FGD ini menghadirkan perwakilan dari kementerian, asosiasi petani, industri, lembaga riset, serta akademisi, menandakan semangat kolaboratif dalam menyusun kebijakan riset yang inklusif. Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Kepala Divisi Pendidikan SDM, Litbang, dan Pengembangan SDM BPDP, Triana Meinarsih, mengenai tujuan serta teknis penyusunan roadmap riset kelapa dan kakao untuk periode 2025–2035.

Dalam sesi diskusi pertama, Baginda Siagian, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, menyoroti tantangan industri kakao nasional, seperti penurunan produktivitas dan kurangnya peremajaan tanaman. Sementara itu, Rasyid dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma menekankan perlunya riset kultur embrio guna menyediakan benih unggul demi meningkatkan produktivitas kelapa.

--page

Diskusi dilanjutkan dengan analisis SWOT dari Dewan Kakao Indonesia dan Dewan Kelapa Indonesia, serta pemaparan dari Prof. Dr. Erliza Hambali, M.Si., mengenai pentingnya inovasi teknologi dan keberlanjutan dalam meningkatkan daya saing industri. Sesi ditutup dengan presentasi dari Prof (Ris) Ir. Didiek Hadjar Goenadi, MSc., Ph.D., yang menegaskan bahwa roadmap ini akan menjadi rujukan nasional bagi program riset yang didanai BPDP.

Menutup acara, perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas memaparkan Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045, yang bertujuan mentransformasi industri kelapa nasional melalui pengembangan produk bernilai tambah tinggi.

“Kami berharap forum ini menjadi awal penyusunan roadmap yang visioner dan implementatif untuk meningkatkan daya saing industri kelapa dan kakao Indonesia selama satu dekade ke depan,“ tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)