SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Program pemerintah pusat untuk ketahanan pangan memberikan dampak signifikan bagi sektor pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.    

"Kita sangat berterima kasih karena banyak sekali kegiatan pusat yang dilaksanakan di Kotawaringin Timur ini. Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Sepnita, Kamis, 22 Mei 2025.

Sejumlah program bantuan telah berjalan sejak 2024 dan berlanjut hingga tahun ini.  Salah satunya adalah Optimasi Lahan, yang difokuskan di beberapa kecamatan di wilayah selatan, sentra produksi padi Kotim.  

Pada 2025 Kotawaringin Timur mendapat bantuan cetak sawah seluas 4.261 hektare. Kegiatan cetak sawah baru ini diharapkan dapat menambah secara signifikan luas baku lahan di daerah ini.

"Belum lama ini Penanggung Jawab Swasembada Pangan untuk Kotawaringin Timur telah melaksanakan tanam perdana di Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan," ungkapnya. 

Bantuan ini terbukti efektif meningkatkan produksi pertanian Kotim.  Kini, Kotim menempati posisi ketiga sebagai kontributor produksi padi terbesar di Kalimantan Tengah, setelah Kapuas dan Pulang Pisau. 

 "Saat ini kita masih kekurangan beras. Kita harapkan dengan masuknya kegiatan-kegiatan dari pemerintah pusat ke Kotawaringin Timur bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi kesejahteraan petani," ujarnya. 

Pemerintah Kabupaten Kotim berharap program cetak sawah dapat berkelanjutan mengingat dampaknya yang besar bagi para petani.  Antusiasme petani untuk meningkatkan produksi pun semakin meningkat. 

"Hasil cetak sawah itu bisa langsung ditanami. Mudah-mudahan ini bisa diterapkan juga Kabupaten Kotawaringin Timur. Kita berharap setelah dicetak, seminggu kemudian sudah dilakukan penanaman," pungkasnya. (DEVIANA/R)