BORNEONEWS, Sampit – Pembangunan dan pengoperasian Pasar Mangkikit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah menghadapi kendala.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kotim, Johny Tangkere, mengungkapkan kesulitan dalam menemukan dokumen penting terkait proyek tersebut.
"Saya cari berkas terkait Pasar Mangkikit ini tidak ada, seperti perjanjian awal pembangunan Pasar Mangkikit," ungkap Johny Tangkere, Kamis, 22 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa pencarian dokumen tersebut telah dilakukan dengan menemui mantan Kepala Dinas Perdagangan dan beberapa pejabat terkait lainnya. "Saya ketemu dengan eks Kadis, semua ngaku tidak punya berkasnya," tambahnya.
Kendala tersebut muncul saat Johny Tangkere berupaya mencari solusi atas permasalahan Pasar Mangkikit. Pasalnya, Bupati Kotim meminta agar pasar tersebut dapat dioperasikan kembali mengingat pasar Subuh wadah relokasi para pedagang dinilai tidak layak lantaran kumuh.
"Saya ini merakit untuk menemukan titik terang. Saya minta waktu dulu untuk memastikan langkah apa yang harus dilakukan agar Pasar Mangkikit ini bisa beroperasi," jelasnya.
Meskipun demikian, sebuah perhitungan biaya pembangunan Pasar Mangkikit pada tahun 2023 yang dilakukan oleh konsultan dan dibiayai oleh Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kotim, masih tersedia.
"Ini nanti kami coba bicarakan oleh pihak kontraktor, dari perhitungan itu bisa menerima tidak, sebagai ganti rugi terhadap apa yang sudah dibangun," kata Johny.
Namun hingga saat ini belum ada pertemuan dengan manajemen kontraktor yaitu PT. Heral Eranio Jaya selaku pengembang pembangunan pasar untuk membahas hal tersebut. "Tapi sampai saat ini belum ada waktu untuk ketemu dengan manajemen," ujarnya.
Pihak Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kotim berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ini dan memastikan kelanjutan agar Pasar Mangkikit dapat beroperasi. (DEVIANA/R)









