PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, berbagi wawasan mengenai inovasi bisnisnya dalam kuliah tamu kewirausahaan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis atau FEB Universitas Gadjah Mada.

Dalam kesempatan ini, Ihsan mengupas perjalanan CV Smart Batik Indonesia dari awal berdiri hingga kini menjadi salah satu pionir inovasi batik tematik dan batik berbasis kelapa sawit.

Dalam pemaparannya seperti pada rilis yang disampaikan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP pada Kamis, 22 Mei 2025 menuturkan bahwa Ihsan menjelaskan bahwa inovasi awal Smart Batik berfokus pada pengembangan motif batik tematik yang mengangkat berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, sains, sosial, dan ekonomi. Keunikan ini membawa Smart Batik dipercaya Direktorat Pajak Republik Indonesia untuk menciptakan batik bertema kesadaran pajak pada tahun 2018.

Kepercayaan ini membuka lebih banyak peluang bagi Smart Batik, yang kemudian menerima pesanan batik kustom dari instansi pemerintahan serta berbagai asosiasi pendidik nasional.

Pada tahun 2023, Smart Batik mulai bermitra dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan untuk mengembangkan batik sawit. Berbeda dari inovasi sebelumnya, kali ini fokusnya adalah pada bahan baku, dengan mengembangkan produk malam atau lilin batik berbasis kelapa sawit. Inovasi ini tidak hanya memperkuat eksistensi Smart Batik, tetapi juga membuka peluang bagi 60 ibu-ibu pembatik di Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam produksi batik sawit.
Selain itu, Ihsan juga memperkenalkan berbagai produk turunan kelapa sawit yang dapat menjadi ide bisnis bagi mahasiswa. Menurutnya, kelapa sawit memiliki manfaat yang luas dan produknya banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kosmetik, energi, farmasi, makanan, hingga kerajinan.

"Kita sebenarnya tidak bisa lepas dari produk berbasis sawit selama 24 jam," ujar Ihsan, yang merupakan alumni penerima beasiswa Bidikmisi dan LPDP.

Dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan, Risa Virgosita, menyampaikan harapannya agar sesi kuliah tamu seperti ini dapat meningkatkan semangat berwirausaha mahasiswa. Ia menekankan pentingnya diskusi antara mahasiswa dan praktisi untuk mengasah kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Kuliah tamu ini ditutup dengan sesi diskusi mengenai proyek kewirausahaan mahasiswa. Diskusi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman serta mencari solusi atas berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan. (TESTI PRISCILLA/H)