BORNEONEWS, SEOUL – Organisasi perdamaian internasional Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) menggelar Peringatan Tahunan ke-12 Deklarasi Perdamaian Dunia secara serentak di 94 lokasi pada 61 negara, termasuk Indonesia.
Kegiatan berlangsung mulai 25 Mei 2025 secara luring di 86 lokasi dan daring di 8 lokasi, dengan melibatkan lebih dari 1.600 tokoh masyarakat dan 10.000 warga dunia.
Deklarasi Perdamaian Dunia pertama kali dicanangkan pada 25 Mei 2013 oleh Ketua HWPL, Man Hee Lee, di Gerbang Perdamaian Taman Olimpiade Seoul, Korea Selatan. Deklarasi ini menyerukan penghentian perang dan mendorong upaya kolektif warga global dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Setiap tahunnya, deklarasi ini diperingati dengan beragam kegiatan seperti Jalan Damai, presentasi pendidikan perdamaian, pemutaran video dokumenter, dan dialog lintas agama. Seluruh kegiatan dikemas menyesuaikan konteks sosial dan budaya masing-masing negara.
Tahun ini, HWPL menekankan pentingnya refleksi atas makna historis deklarasi tersebut serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan dunia yang lebih damai.
Dalam pidatonya saat peringatan satu dekade pada 2023 lalu, Ketua Man Hee Lee menyatakan, “Saya berkeliling dunia menyerukan perdamaian agar diajarkan di rumah dan sekolah. Kita semua harus menjadi pembawa pesan perdamaian. Bersatu di bawah nama perdamaian adalah tugas generasi ini untuk diwariskan kepada anak cucu.”
Melalui acara ini, HWPL kembali menegaskan komitmennya dalam Mendukung penguatan hukum internasional demi perdamaian abadi, mempromosikan pendidikan perdamaian di seluruh jenjang, dan membangun kerukunan lintas agama melalui kolaborasi global.
Peringatan ini juga menjadi momen penting bagi para pemimpin dunia, lembaga pendidikan, dan organisasi sipil untuk menyatukan langkah dalam menciptakan masa depan yang bebas dari konflik.









