BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya mengumumkan daftar harga terbaru untuk berbagai jenis sampah yang dapat ditukarkan di bank sampah yang tersebar di kota Palangka Raya.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), Teguh Jaya Permana, sebagai upaya untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam memilah dan memanfaatkan sampah.
Berikut rincian harga sampah yang berlaku di bank sampah Palangka Raya: kertas HVS dihargai Rp 800 per kilogram, kardus Rp 1.000 per kilogram, koran Rp 1.500 per kilogram, botol plastik Rp 2.000 per kilogram, gelas air mineral Rp 1.500 per kilogram, kaleng/seng Rp 1.500 per kilogram, besi Rp 2.000 per kilogram, aluminium Rp 7.500 per kilogram, dan minyak jelantah Rp 2.500 per kilogram.
Harga yang tercantum tersebut diharapkan dapat memberikan insentif bagi masyarakat untuk lebih giat memilah sampah rumah tangga. Dengan adanya kepastian harga, masyarakat dapat memperkirakan pendapatan yang akan diperoleh dari hasil penjualan sampah mereka ke bank sampah.
"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah di Palangka Raya," Jumat, 23 Mei 2025.
Masyarakat Palangka Raya dapat menukarkan sampah mereka di bank sampah terdekat atau di bank sampah induk yang berlokasi di Jalan Anoi dan G Obos XII. Pihak Dinas Lingkungan Hidup mengimbau masyarakat untuk memastikan sampah yang akan ditukarkan telah dipilah dengan baik dan bersih agar memudahkan proses penimbangan dan penentuan harga.
Program penukaran sampah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, diharapkan dapat memperpanjang usia pakai TPA dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya.
"Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program pengelolaan sampah dan terwujudnya Palangka Raya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya. (PATHUR/j)









