PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Maksud hati bermaksud mencairkan uang yang dikirim oleh kakaknya yang berdomisili di Rumania, ternyata Edi Untung warga Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) malah terkejut lantaran uangnya dicairkan oleh pihak tidak dikenal di Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut diceritakan Edi Untung dalam podcast Borneonews. Dalam podcast tersebut Edi Untung menceritakan kronologis peristiwa tersebut.

"Awalnya tanggal 20 Februari 2026, kakak saya yang berdomisili di Rumania mengirim uang dengan nominal  hampir Rp 25 juta untuk orang tua saya menggunakan Western Union yang bisa dicairkan melalui Western  Union di kantor Pos Indonesia Pangkalan Bun dan menunjukkan nomor MTCN atau kode pengiriman serta KTP saya dan difotokopi oleh petugas yang melayani ," jelas Edi Untung.

Kemudian, menurut Edi Untung, hari itu juga ia berangkat ke Kantor Pos Pangkalan Bun untuk mencairkan uang kiriman tersebut.

"Tetapi saat itu uang masih belum bisa dicairkan dan saya kemudian meminta kontak salah seorang petugas Pos Indonesia Pangkalan Bun agar bisa menanyakan info lanjutan. Keesokan harinya  tanggal 21 Februari 2025 saya menghubungi yang bersangkutan melalui WhatsApp untuk kembali bertanya apakah uang bisa dicairkan," jelas Edi Untung.

Saat itu, menurut Edi Untung, petugas awal yang melayaninya tidak masuk dan petugas pengganti  tersebut mengatakan bahwa masih belum ada inf menanyakan ke bagian supervisor.

"Saat itu saya juga diminta data orang tua, lamtaran dulunya juga saya pernah mencairkan uang kiriman  menggunakan layanan itu, saya kemudian memberikan data nama  orang tua. Keesokan harinya tanggal 22  hingga 24 Februari 2025 saya kembali menanyakan namun tidak ada hasil," jelas Edi Untung.

Edi Untung menceritakan petugas mengatakan bahwa untuk mencairkan uang tersebut harus ada konfirmasi dari pihak pengirim dari Rumania.

"Setelah saya hubungi kakak saya di Rumania, kakak saya kemudian mengkonfirmasi bahwa ia memang mengirimkan uang pada adiknya. Saya juga mendapatkan info bahwa uang bisa dicairkan. Segera saya kembali mendatangi Kantor Pos Indonesia Pangkalan Bun untuk mencairkan uang kiriman ini," jelas Edi Untung.

"Namun sesampai di Kantor Pos Indonesia Pangkalan Bun, ternyata saya mendapatkan info bahwa uang tidak bisa dicairkan. Padahal sebenarnya cuma beberapa menit pasca konfirmasi harusnya bisa dicairkan. Bahkan kakak saya di Rumania juga menerima laporan konfirmasi melalui SMS terkait pencairan," jelas Edi Untung.

Edi Untung mengatakan, tanggal 25 Februari 2025 saya menghubungi kakak saya bahwa pihak Pos Indonesia Pangkalan Bun mengatakan uang sudah dicairkan, padahal uang tersebut sama sekali tidak saya terima.

Karena hal yang rumit tersebut, menurut Edi Untung, kakaknya segera melapor ke Western Union dan pihak anti fraud yang berada di Rumania.

"Pihak Kantor Pos Indonesia juga tidak bisa membantu kami. Ternyata setelah kakak saya mendapatkan informasi dari Western Union Rumania, uang tersebut malah dicairkan oleh pihak yang tidak saya ketahui di Indramayu Jawa Barat tanggal 24 Februari 2025," jelas Edi Untung.

Edi Untung mengatakan karena itulah pihak ya sekitar bulan Maret 2025 melakukan pelaporan tetkait hal ini ke Mapolres Kobar.

"Namun hingga kini saya masih belum mendapatkan informasi lanjutan terkait penanganan kasus ini. Saya berharap hal ini bisa ditindaklanjuti dan jangan sampai ada orang lain yang mengalami nasib serupa," jelas Edi Untung.

Silakan simak penuturan Edi Untung melalui kanal YouTube: Borneonews Digital melalui link ini : https://youtu.be/EN4gw-nnvus?si=epgX58wQfacI3H30

(WAHYU KRIDA/j)