PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UNS, termasuk Prof Dr Mujiyo, Wakil Dekan Bidang Non Akademik yang merupakan ahli dalam bidang pedologi dan survei tanah, Gusti Fauza, Ph D Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, serta Prof Dr Agung Wibowo, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang memiliki keahlian dalam bidang pemberdayaan masyarakat mengisi kegiatan Diskusi Peluang Kolaborasi Kemitraan UKMK Sawit serta Sosialisasi Program Kemitraan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP.

Selain itu, Ketua dan anggota Research Group di lingkungan Fakultas Pertanian UNS juga turut berpartisipasi dalam diskusi ini, menandakan dukungan akademik yang kuat terhadap inisiatif kemitraan UKMK Sawit.

Kehadiran para akademisi ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri dalam pengembangan sektor sawit yang lebih berkelanjutan. Mereka menyampaikan berbagai gagasan terkait strategi pemberdayaan UKMK Sawit melalui pendekatan berbasis penelitian dan inovasi teknologi. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak dalam industri kelapa sawit.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, BPDP dan UNS akan melanjutkan kolaborasi melalui Program Perintisan Wirausaha Muda Berbasis Limbah Kelapa Sawit di Provinsi Jambi. Program ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang inovatif dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai bahan baku utama dalam berbagai produk bernilai tambah.

Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa beberapa kegiatan utama dalam program ini meliputi workshop pengolahan limbah sawit yang akan melibatkan para akademisi, praktisi industri, serta mahasiswa sebagai calon wirausahawan.

--page

“Program ini menargetkan pembentukan start-up berbasis limbah sawit yang berperan sebagai inovator dalam menciptakan produk ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi,“ kata Helmi dalam rilisnya pada Jumat, 23 Mei 2025.

Dengan adanya kolaborasi ini, BPDP berharap dapat meningkatkan daya saing UKMK Sawit melalui pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Sementara itu, UNS sebagai institusi akademik berkomitmen untuk terus mendorong penelitian dan pengembangan dalam sektor perkebunan sawit guna menciptakan solusi bisnis yang dapat diadopsi secara luas oleh para pelaku usaha.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kemitraan antara dunia akademik dan industri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kelapa sawit yang lebih inklusif dan berkelanjutan,“ katanya.

Ke depan, BPDP dan UNS akan mengeksplorasi lebih banyak peluang untuk memperkuat program-program pemberdayaan UKMK Sawit di berbagai daerah di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/y)