PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) pada tanggal 23 Mei 2025, kondisi di Kota Palangka Raya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level rendah.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi. Sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya terpantau berwarna biru pada peta Perisai yang mengindikasikan risiko kebakaran lahan yang rendah.

Meski risiko kebakaran lahan tergolong rendah, Pemerintah Kota Palangka Raya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah.

"Pemantauan secara berkala tetap penting dilakukan untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), masyarakat diimbau untuk aktif berperan serta dalam upaya pencegahan Karhutla," Jumat, 23 Mei 2025.

Untuk memudahkan pemantauan kondisi risiko kebakaran lahan, masyarakat dapat mengakses website perisai melalui alamat bpbd.palangkaraya.go.id/perisai. Website ini menyediakan informasi terkini mengenai tingkat kemudahan terbakar di berbagai wilayah di Kota Palangka Raya, ditampilkan dalam bentuk peta berwarna yang mudah dipahami.

--page

Sistem perisai merupakan alat bantu yang efektif dalam upaya pencegahan Karhutla. Dengan pemantauan yang rutin melalui sistem ini, pihak berwenang dapat mengantisipasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan secara cepat dan tepat.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan segera jika melihat adanya indikasi potensi kebakaran lahan di sekitar lingkungan mereka. Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla Kecepatan dalam penanggulangan sangat krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.

"Dengan kewaspadaan dan kerjasama yang baik, diharapkan Kota Palangka Raya dapat terhindar dari bencana kebakaran lahan," pungkasnya. (PATHUR/y)