BORNEONEWS, Palangka Raya - Bahasa yang digunakan dalam buku berjenjang memainkan peran penting dalam meningkatkan keterampilan membaca anak sesuai dengan jenjangnya. Unsur bahasa dalam buku berjenjang mencakup berbagai aspek, seperti diksi, tata tulis, tata bentuk, tata kalimat, dan tata paragraf, yang semuanya berkontribusi terhadap pemahaman bacaan anak.
Pengolah Data Perbukuan dari Pusat Perbukuan, Sistya Devi Apriliana, menjelaskan bahwa pemilihan kata atau diksi dalam buku berjenjang harus memperhatikan tingkat keterampilan membaca anak.
“Kosakata dalam buku berjenjang disusun agar sesuai dengan perkembangan pembaca dini hingga pembaca madya, sehingga mereka dapat membaca dengan lebih lancar dan memahami teks dengan baik,” ujar Sistya Devi dalam Lokakarya Luring Penulisan Cerita Anak Berbahasa Daerah 2025 pada Jumat, 23 Mei 2025 di Ballroom Fovere Hotel, Palangka Raya.
Selain itu, ejaan yang digunakan dalam buku berjenjang juga harus sesuai dengan standar bahasa yang mudah dipahami anak. Buku untuk pembaca awal mengenalkan aturan tata aksara secara bertahap, mulai dari kata dasar hingga kalimat kompleks.
“Struktur bahasa dalam buku berjenjang dirancang secara sistematis agar anak-anak terbiasa memahami dan menerapkan aturan bahasa dengan lebih baik,” tambah Sistya Devi.
--page
Tidak hanya itu, buku berjenjang juga mempertimbangkan korespondensi antara teks dan gambar untuk membantu pemahaman anak. Gambar yang digunakan dalam buku ramah cerna, misalnya, dirancang agar memiliki hubungan erat dengan teks, sehingga anak lebih mudah memahami konsep yang disampaikan. Hal ini sangat penting, terutama bagi anak-anak yang baru mulai belajar membaca.
Menurut Sistya Devi, penggunaan tata kalimat dan tata paragraf yang sesuai dalam buku berjenjang berkontribusi pada peningkatan keterampilan membaca anak.
“Kalimat dalam buku berjenjang disusun secara bertahap, mulai dari kalimat sederhana hingga kompleks, sehingga anak tidak merasa kesulitan dalam memahami teks,” jelasnya.
Dengan penerapan unsur bahasa yang tepat, buku berjenjang tidak hanya membantu anak dalam belajar membaca, tetapi juga meningkatkan minat dan kebiasaan membaca mereka.
“Pendidikan literasi di Indonesia perlu terus didukung dengan penyediaan buku berjenjang yang berkualitas agar anak-anak dapat memperoleh pengalaman membaca yang optimal,” tutur Sistya Devi. (TESTI PRISCILLA/Y)









