PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Bidang Sejarah Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Disbudpar Kalteng Maria Doya Aden menyebut lomba habayang sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Lomba ini digelar di UPT Museum Balanga, dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025.

“Lomba ini berasal dari permainan tradisional khas Dayak, yang kini menjadi bagian dari event Festival Budaya Isen Mulang,” kata Maria Doya Aden di Palangka Raya, baru baru ini.

Permainan habayang dibagi dua, yakni bacurai dan bepukul, dengan penilaian berdasarkan teknik bermain, kekuatan, dan ketahanan gasing.

Gasing terbuat dari kayu dan dibentuk menyerupai kerucut agar dapat berputar dalam durasi lama atau menumbangkan gasing lawan.

Maria berharap peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan perlombaan ini momentum untuk mencintai warisan budaya sendiri. (HERMAWAN DP/R)