KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Golda Institute menggelar seminar di berbagai intansi di wilayah Kabupaten Gunung Mas tentang keterkaitan golongan darah dengan potensi, minat bakat anak serta karakter manusia.

Seperti pada Kamis, 22 Mei 2025 malam, Golda Institute menggelar seminar berjudul Merdeka Belajar dari Genetik Darah ABO di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Mas.

"Melalui golongan darah, kita bisa mengetahui bagaimana potensi, bakat dan minat anak-anak kita. Jadi sebenarnya tidak ada anak bodoh, yang perlu kita tahu salah satunya adalah apa golongan darahnya sehingga kita tahu motode apa yang tepat untuk memberikan ilmu kepada anak tersebut," kata Direktur Golda Institute Eva Dipanti T Jumat, 23 Mei 2025.

Perempuan yang akrab disapa Eva Golda ini menjelaskan, golongan darah ibarat akar pada tubuh yang jika dipadukan dengan kondisi lingkungan bisa membentuk karakteristk seseorang. "Setiap golongan darah memiliki karakteristiknya masing-masing," imbuhnya.

Dijelaskan, orang yang bergolongan darah O cenderung bertindak dulu baru berpikir, fokus pada tujuan dan tidak suka bertele-tele. Sehingga, para murid yang bergolongan darah O ini lebih suka penjelasan yang singkat dan mudah dimengerti.

Untuk golongan darah A cenderung lebih mudah paham jika diberikan contoh kasus, suka penjelasan mendetail. Sehingga, para murid yang bergolongan darah A akan mudah memahami pelajaran dengan diberikan contoh - contoh dan hal yang mendetail.

Sedangkan untuk golongan darah B cenderung mudah bosan dengan hal yang tidak menarik baginya. Sehingga bagi murid bergolongan darah B harus tertarik terlebih dahulu pada suatu hal agar mau mendengarkan penjelasan hingga selesai.

Kemudian, golongan darah AB merupakan perpaduan golongan darah A dan B sehingga memiliki karakterikstik yang unik, lebih memahami sesuatu dengan cara mendengarkan hingga paham baru setelahnya bisa bekerja dengan cepat.

"Jika memahami karakteristik golongan darah ini, maka para guru bisa memahami bagaimana cara memberikan pembelajaran kepada peserta didik yang sesuai dengan cara mereka menerima pelajaran," ucap Eva yang juga pakar Genetika Darah Indonesia, satu-satu pakar di bidang ini yang memiliki lisensi ABO Jepang.

Eva mengatakan, pihaknya sudah berkeliling ke sejumlah sekolah di Kabupaten Gunung Mas, perkumpulan gereja dan lainnya dengan harapan semakin banyak orang, dan guru mengetahui ilmu golongan darah untuk membentuk generasi penerus yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, pemerhati anak yang juga sebagai Komisioner Komisi Informasi Kalimantan Tengah Katriana menjelaskan bahwa adanya seminar-seminar golongan darah ini penting untuk memahami apa sebenarnya potensi anak dan bagaimana cara meningkatkan potensi tersebut.

"Seminar-seminar ini saya rasa perlu dilakuan masif khususnya di Kabupaten Gunung Mas. Tidak hanya untuk para guru, namun juga untuk orangtua dan calon pengantin," ucapnya.

Harapannya, semakin banyak orang yang paham terkait ilmu golongan darah ini, semakin banyak orang yang lebih bisa memahami bagaimana menyikapi orang lain tersebut sesuai dengan golongan darahnya. (RISKA YULYANA/H)