BORNEONEWS, Palangka Raya - Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah tahun 2025 resmi ditutup pada Jumat, 23 Mei 2025.
Penutupan yang berlangsung meriah ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dan Ketua TP PKK Kalteng, Aisyah Agustiar Sabran, bersama perwakilan dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
FBIM 2025 yang berlangsung selama seminggu penuh, sejak Sabtu, 17 Mei 2025, hingga Jumat, 23 Mei 2025, tidak hanya menyajikan berbagai perlombaan yang menampilkan kearifan lokal Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini juga melibatkan 231 stand, baik indoor maupun outdoor yang diisi oleh Dekranasda, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, dan perusahaan di Kalimantan Tengah.
Keberagaman stan ini menghadirkan beragam produk dan atraksi budaya yang menarik minat pengunjung.
Agustiar Sabran dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan FBIM 2025. Ia menekankan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kalimantan Tengah, khususnya di Palangka Raya.
Meningkatnya transaksi di sektor perhotelan, belanja di area festival, dan kunjungan ke objek wisata menjadi bukti nyata kontribusi FBIM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kegiatan FBIM ini bukan hanya sekadar event tahunan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk melestarikan kearifan lokal Kalimantan Tengah," ujar Gubernur Agustiar Sabran, Jumat malam, 23 Mei 2025.
Berbagai perlombaan tradisional, seperti besi kambe, menjadi daya tarik tersendiri dan sekaligus upaya untuk menjaga warisan budaya leluhur.
Keberhasilan FBIM 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival ini.
Ia berharap FBIM dapat terus menjadi momentum untuk memajukan ekonomi Kalimantan Tengah dan melestarikan budaya kearifan lokal.
"Dengan berakhirnya FBIM 2025, harapan untuk pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah dan pelestarian budaya lokal tetap terjaga," pungkasnya. (PATHUR/R)









