BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah berlangsung selama empat hari sejak 21 Mei 2025, Lokakarya Luring Penulisan Cerita Anak Berbahasa Daerah resmi ditutup pada Sabtu, 24 Mei 2025. Kegiatan ini telah melibatkan 60 penulis dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah, seperti Barito Selatan, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, Palangka Raya, dan lainnya. Para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan bekal pengalaman berharga dalam menciptakan buku cerita anak berbahasa daerah.
Dalam acara penutupan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan kreativitas para peserta. Ia menekankan bahwa meskipun karya mereka telah selesai dalam kegiatan ini, perjalanan dalam membangun literasi anak berbahasa daerah masih panjang.
“Saya berharap agar para penulis terus berkarya, memperkaya dunia literasi dengan cerita-cerita berkualitas yang akan menginspirasi generasi muda,“ kata Sukardi.
Lokakarya ini bertujuan untuk mendorong pelestarian bahasa daerah melalui karya tulis yang menarik bagi anak-anak. Para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama penulis, tetapi juga menerima bimbingan dari mentor berpengalaman dalam bidang sastra anak. Proses kreatif yang mereka jalani mencerminkan komitmen untuk mengembangkan buku cerita yang sesuai dengan budaya dan nilai-nilai lokal.
Sepanjang kegiatan, peserta telah menyusun cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki nilai edukatif tinggi. Dengan semangat kebersamaan, mereka saling berbagi pengalaman, berdiskusi mengenai teknik penulisan, serta mengeksplorasi elemen budaya yang dapat disisipkan dalam cerita mereka. Hasil dari lokakarya ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan yang menarik dan bermakna bagi anak-anak di Kalimantan Tengah.
--page
“Ke depan, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa guna memperkuat literasi berbasis bahasa daerah,“ tambah Sukardi.
Karya-karya yang dihasilkan dalam lokakarya ini akan dikembangkan lebih lanjut dan berpotensi diterbitkan sebagai buku cerita anak yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Dengan demikian, bahasa daerah tetap lestari dan menjadi bagian dari identitas budaya yang terus hidup.
Dengan berakhirnya lokakarya ini, semangat untuk menulis dan berkarya tetap menyala di hati para peserta. Mereka membawa pulang ilmu dan inspirasi baru, siap untuk terus menelurkan cerita-cerita yang mengangkat keindahan dan kekayaan bahasa daerah Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/Y)









