PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Guru pembina SMAN 2 Palangka Raya, Sintania T.T. Asang, mengungkapkan kebanggaannya atas semangat juang para siswa yang sukses melaju dari seleksi nasional hingga meraih medali di ajang internasional World Science Environment Engineering Competition (WSEEC) 2025 di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa perjalanan riset tidak langsung menuju WSEEC, melainkan melalui tahapan berlapis mulai dari seleksi internal sekolah, lalu berlanjut ke KMT Rewulu, KMNK, UNI, hingga UMADIA.

Selama proses itu, para siswa harus membuat laporan riset, menyusun poster ilmiah, dan mempersiapkan presentasi dalam bahasa Inggris, di tengah keterbatasan alat laboratorium yang dimiliki sekolah.

“Proses yang mereka lalui tidak mudah,” ujar Sintania usai mendarat bersama pelajar di Palangka Raya, Jumat, 23 Mei 2025.

Capaian yang berhasil diraih merupakan bukti bahwa semangat dan ketekunan dapat mengatasi berbagai keterbatasan, terutama dalam riset berbasis kearifan lokal yang dikembangkan secara ilmiah.

Hasilnya menunjukkan bahwa kerja keras dan keyakinan pada nilai lokal bisa membawa mereka ke panggung dunia.

Sintania tidak sendiri dalam mendampingi pelajar sampai sukses di ajang internasional WSEEC bersama dengan Berkhat, dan Margaretha Yenitha.

Sedangkan pelajar yang berhasil mengharumkan Kalteng dengan hasil medali emas ada kelompok peneliti daun pandan Josh Richard William Simanjuntak bersama timnya, Citrha Lestari, Joyce Bralia Karlonius Antel, dan Jovita Ajlaa Cahyananta.

Tak kalah hebat tim peneliti Muhammad Agfahry Wirayana bersama dengan Amelia Nayla Alifa, Ceria Wulan Maharatini, dan Catrine Aprilia Lorenza, dengan hasil medali perak dari riset air batang pisang. (HERMAWAN DP/H)