BORNEONEWS, Sampit - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),Nur Widiantoro mengungkapkan penilaian pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) dinilai sangat diperlukan di era pembelajaran saat ini.
"Ini mengingat kurikulum yang berlaku saat ini sudah sangat berbeda dengan kurikulum di masa lalu," katanya, belum lama ini.
Itu ia ungkapkan saat dirinya menutup kegiatan pelatihan Penilaian Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) di Aula Kantor Kemenag Kotim, Kamis (22/5/2025).
Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin ini diikuti oleh 35 guru madrasah di lingkungan Kemenag Kotim.
Nur Widiantoro menekankan pentingnya pelatihan ini di era Kurikulum Merdeka. Menurutnya, penilaian pembelajaran berbasis HOTS tersebut dinilai penting di era pembelajaran saat ini.
Lebih lanjut ia mengungkapkan saat ini peserta didik dituntut untuk mampu berpikir tingkat tinggi atau igher order thinking skill yang tidak sekedar menghafal pelajaran, namun memahaminya dengan baik serta menjelaskannya.
"Oleh karena itu, jangan sampai dalam melakukan proses penilaian terhadap siswa, tidak sesuai konsep HOTS ini," tekannya.
Ia juga berpesan agar para guru di madrasah untuk mengimplementasikan penilaian berbasis HOTS tersebut.
"Hal yang terpenting setelah mengikuti pelatihan itu ialah mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan, karena ada ungkapan ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon tanpa buah," pesannya.
Pelatihan yang berlangsung dengan pola blended learning (online dan offline) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam penilaian. Penilaian bukan hanya sekedar mengukur hasil belajar siswa, tetapi juga keberhasilan proses belajar mengajar. (DEVIANA/H)









