SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sukma mengalami kerugian mencapai puluhan juta akibat aksi pencurian kabel power pompa Intek di UPT Kecamatan Jelai.

Kabel power pompa Intek berfungsi untuk menyedot air baku dari Embung Tempenek dibawa ke Sungai Raja untuk diolah, akibat pencurian ini menyebabkan terhentinya pelayanan selama setengah hari.

Dirut PDAM Tirta Sukma, Eko Raharjo mengatakan bahwa pencurian yang terjadi pada Kamis 22 Mei 2025 sekitar pukul 23.00 WIB telah dilaporkan dan tengah ditangani oleh Polres Sukamara.

“Kabel power pompa Intek belum sempat dibawa kabur, karena saat itu sudah ketahuan jadi langsung melarikan diri. Ada  beberapa barang bukti yang ditinggalkan seperti motor, HP, Palu, Kunci T dan kabel power pompa Intek yang sudah dipotong,” kata  Eko Raharjo, Minggu, 25 Mei 2025.

Menurut Eko, tindakan pencurian yang dilakukan cukup menggangu pihaknya karena menyebabkan pelayanan yang diberikan untuk masyarakat di Kecamatan Jelai mati sementara. 

“Saya cukup prihatin, karena pencurian ini untuk yang kedua kalinya padahal sebelumnya sudah disepakati bahwa ini adalah milik bersama, dijaga bersama karena untuk kepentingan bersama karena air ini mengaliri ribuan masyarakat,” ucapnya.

Untuk menghindari terjadinya hal yang sama, PDAM Tirta Sukma akan mengupayakan dalam meningkatkan pengamanan. (NORHASANAH/j)