SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kemegahan penerangan jalan umum (PJU) Terowongan Nur Mentaya yang membentang di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian memudar.

Telah lama masyarakat mengeluhkan PJU megah yang melengkung di kanan kiri jalan tersebut banyak yang mati. Bahkan ornamen kelabang lepas membuat keindahan lampu jalan berkurang.

"Memang sudah lama lampunya banyak yang mati. Dulu pernah diperbaiki lalu mati lagi. Sekarang kita lihat banyak lengkungan lampu gelap," ujar Syafri warga sekitar, Minggu, 25 Mei 2025.

Sebagai salah satu warga yang berdiam di kecamatan Baamang, matinya lampu PJU Terowongan Nur Mentaya bukan hal baru lagi. Bahkan menurutnya masyarakat telah sering menyuarakan agar ada pemeliharaan rutin terhadap lampu megah tersebut.

"Kalau kita lihat sekarang ini lampunya juga terkadang warnanya bermacam-macam, tidak berpola. Tidak seindah dulu," tambahnya. 

Ia menyayangkan minimnya pemeliharaan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap lampu yang menghidupkan perekonomian di sekitarnya. Padahal PJU tersebut baru berjalan 2,5 tahun.

"Harapan kami pemerintah daerah terus memperhatikan dan merawat lampu ini. Jangan sampai mati. Kami khawatir redupnya Nur Mentaya juga mematikan pedagang-pedagang di sekitarnya yang tumbuh setelah PJU ini berdiri," tandasnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah mengakui bahwa di dinas yang saat ini ia pimpin minim anggaran pemeliharaan.

Bahkan dirinya menyebut selama ini pandai membangun, minim memelihara. Tahun ini anggaran pemeliharaan PJU hanya Rp300 juta mencakup seluruh wilayah kabupaten.

"Khususnya untuk layanan hiburan masyarakat tidak hanya Terowongan Nur Mentaya tetapi juga Ikon Jelawat dan lain sebagainya ini akan kita perbaiki kedepannya. Untuk ornamen-ornamen yang hilang akan kami perbaiki nantinya," kata Raihansyah.

Terkait pemeliharaan PJU, dirinya akan membentuk tim reaksi cepat di dua titik. Pertama di posko Terminal Patih Rumbih yang akan menangani PJU jalan protokol. Kedua posko di Terowongan Nur Mentaya untuk menangani PJU di tempat-tempat keramaian masyarakat. 

"Pola kerjanya akan kita rumuskan berikutnya. Khusus untuk menangani kecamatan-kecamatan di Kotim kami akan melakukan perbaikan secara berkala. Jika ada laporan dari camat akan kami tindaklanjuti dari rutinitas pekerjaan kami yang ada di Dishub," tandas Raihansyah. (DEWI PATMALASARI/R)