PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kalampangan menjadi langkah krusial dalam memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi masyarakat menjelang Idul Adha.

Dengan diperkirakan kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 1.200 ekor sapi dan 245 ekor kambing, Pemerintah Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP telah menyiapkan langkah antisipasi agar stok hewan tetap terpenuhi.

Kepala Puskeswan Kalampangan, drh Eko Hari Yuwono, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama.

"Jumlah kebutuhan hewan kurban tahun ini cukup tinggi, sehingga kami memastikan setiap hewan yang masuk ke Palangka Raya telah melalui pemeriksaan kesehatan untuk memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal atau ASUH," kata drh Eko kepada Borneonews pada Minggu, 25 Mei 2025.
Sampai saat ini, sudah ada sekitar 826 ekor sapi yang telah masuk ke wilayah Palangka Raya, sementara sisanya masih dalam perjalanan.

Mayoritas sapi kurban, kata Eko, didatangkan dari luar daerah karena produksi peternak lokal belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Setiap tahun, hewan kurban yang tersedia selalu terpenuhi, meskipun sebagian besar berasal dari luar Kalimantan," katanya.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim Puskeswan Kalampangan tidak hanya memastikan kelayakan hewan kurban dari sisi kesehatan, tetapi juga memberikan tanda khusus bagi hewan yang telah lolos pemeriksaan.

Dengan adanya sertifikasi kesehatan, masyarakat dapat memilih hewan kurban yang telah dipastikan aman dan sesuai syariat.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan perayaan Idul Adha tahun ini berjalan lancar dan masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang, tanpa kekhawatiran mengenai kualitas dan kesehatan hewan yang disembelih.(TESTI PRISCILLA/R)