BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin) serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tahun 2025, di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barito Timur, Senin, 26 Mei 2025.
Rapat dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Barito Timur, Anda Kriselina, mewakili Pj Sekda Barito Timur, Misnohartaku.
Dalam sambutan tertulisnya, Pj Sekda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya peran Puskomin dan FKDM dalam memperkuat kewaspadaan dini masyarakat.
"Forum ini sangat strategis sebagai wadah koordinasi dan komunikasi dalam mengantisipasi potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang dapat merusak stabilitas sosial di masyarakat," kata Minsohartaku melalui sambutan yang dibacakan Anda Kriselina.
Ia mengingatkan bahwa dinamika sosial di Barito Timur yang terdiri dari beragam latar belakang budaya, agama dan etnis memiliki potensi gesekan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, keberadaan Puskomin dan FKDM diharapkan menjadi ujung tombak dalam deteksi dini dan penyampaian informasi dari dan untuk masyarakat demi menjaga situasi yang aman, nyaman dan kondusif.
Minsohartaku juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan pemuda untuk turut berperan aktif menjaga ketentraman lingkungan melalui forum tersebut.
Sementara itu, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Barito Timur, Erwin Nazwar Raharjo, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaring dan mengkoordinasikan informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan keamanan, menyampaikan laporan situasi secara cepat dan akurat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dan antar pemangku kepentingan.
"Informasi yang dihimpun dari forum ini akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan langkah preventif untuk mengatasi potensi konflik di wilayah Barito Timur," ujarnya.
Rakor kali ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai instansi yang tergabung dalam Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah, Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Barito Timur Nomor 180/22/HUK/2025. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









