BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Kepala Rumah Potong Hewan atau RPH Kalampangan, Kota Palangka Raya, Ahmad Fauzi, mengimbau masyarakat agar memperhatikan tata cara pemotongan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Hal ini bertujuan untuk menjaga keabsahan ibadah kurban sekaligus memastikan kesejahteraan hewan yang disembelih.
Ahmad Fauzi menekankan bahwa pemotongan hewan harus dilakukan dengan teknik yang benar agar hewan tidak mengalami penderitaan berlebihan.
"Penyembelihan harus dilakukan dengan satu kali sayatan yang tepat, menggunakan pisau yang tajam, serta memastikan hewan dalam keadaan tenang sebelum disembelih," ujarnya saar ditemui di kandang peternak sapi Jalan Tingang, Kota Palangka Raya pada Senin, 26 Mei 2025.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat memperhatikan aspek kebersihan selama proses pemotongan. Hewan kurban harus disembelih di tempat yang bersih dan sesuai standar kesehatan, guna mencegah penyebaran penyakit dan memastikan daging tetap higienis saat dikonsumsi.
Pihak RPH Kalampangan juga siap memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin memahami lebih dalam mengenai tata cara pemotongan hewan yang sesuai aturan Islam.
"Kami membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bertanya atau berkonsultasi mengenai teknis pemotongan yang benar," tambahnya.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya mengikuti prosedur pemotongan yang sesuai dengan ajaran Islam. Kepatuhan terhadap aturan ini tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah kurban, tetapi juga menjamin kesejahteraan hewan serta kebersihan daging yang akan dikonsumsi.
Ahmad Fauzi berharap kesadaran masyarakat akan meningkat sehingga proses pemotongan hewan kurban dapat berjalan lebih baik dan sesuai tuntunan agama.
"Mari kita jalankan ibadah kurban dengan cara yang benar, agar berkahnya dapat dirasakan oleh semua," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









