PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menekankan pentingnya proses pengolahan kelapa sawit dalam menghasilkan produk minyak sawit berkualitas tinggi. Setiap tahap dalam pengolahan buah kelapa sawit berkontribusi besar terhadap standar akhir dari minyak sawit yang dihasilkan.

"Proses ini harus diperhatikan dengan seksama agar minyak sawit yang dihasilkan dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan," ujarnya dalam rilisnya pada Senin, 26 Mei 2025.

Menurut PASPI tahun 2025, terdapat tujuh tahapan utama dalam pengolahan kelapa sawit. Proses ini dimulai dengan pemetikan, di mana buah kelapa sawit dipanen menggunakan alat khusus. Setelah itu, dilakukan pemisahan, buah sawit dikelompokkan menjadi tandan buah segar atau TBS dan tandan kosong. Tahap ini penting untuk memastikan hanya buah berkualitas yang akan melalui proses lebih lanjut.

Tahap berikutnya adalah perebusan, di mana tandan buah segar direbus untuk melepaskan minyak sawit dari daging buahnya. Kemudian dilakukan pemisahan minyak, yaitu proses penyaringan untuk memisahkan minyak sawit dari campuran air dan daging buah.

"Tahap ini krusial dalam memastikan ekstraksi minyak sawit berlangsung optimal," tambah Eddy.

Setelah minyak sawit dipisahkan, langkah pemurnian dilakukan guna menghilangkan kotoran dan kontaminan yang masih ada. Pemurnian ini menentukan kejernihan dan mutu minyak sawit sebelum masuk ke tahap lebih lanjut.

"Semakin bersih minyak sawit yang dihasilkan, semakin tinggi kualitasnya untuk berbagai keperluan industri," jelasnya.

Tahap terakhir meliputi kristalisasi dan hidrogenasi, yang bergantung pada produk akhir yang diinginkan. Minyak sawit dapat mengalami proses kristalisasi untuk mendapatkan tekstur tertentu atau melalui hidrogenasi guna meningkatkan kestabilan minyak. Setelah seluruh tahapan selesai, minyak sawit siap dipasarkan melalui proses pengemasan, yang memastikan produk tetap terjaga kualitasnya hingga ke tangan konsumen.

Dengan melalui tujuh tahapan ini, industri kelapa sawit di Indonesia dapat menghasilkan minyak sawit berkualitas yang dapat bersaing di pasar global. BPDP terus mendorong penerapan teknologi terbaru dalam proses pengolahan guna meningkatkan efisiensi dan mutu produksi kelapa sawit nasional. (TESTI PRISCILLA/H)