BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDPKS, Eddy Abdurrahman, menegaskan bahwa minyak sawit mentah atau crude palm oil atau CPO memiliki peran besar dalam berbagai sektor industri.
"Minyak sawit tidak hanya menjadi bahan pokok masyarakat, tetapi juga berkontribusi bagi sektor lain seperti kosmetik, kebersihan, hingga energi terbarukan," kata Eddy dalam rilisnya pada Senin, 26 Mei 2025.
Menurut PASPI tahun 2025, CPO memiliki lima pemanfaatan utama. Salah satunya adalah sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng, yang menjadi kebutuhan dasar rumah tangga. Selain untuk memasak, minyak goreng berbasis CPO juga sering digunakan untuk keperluan lain seperti pelumas alat rumah tangga dan penghilang noda cat pada tangan.
Selain itu, CPO juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, khususnya dalam pembuatan margarin. Margarin berbasis minyak sawit digunakan baik oleh rumah tangga maupun industri makanan dalam skala besar. Produk turunannya pun beragam, termasuk coklat, selai kacang, krimer, es krim, hingga berbagai jenis roti dan kue.
"Keunggulan minyak sawit adalah stabilitasnya, sehingga margarin berbasis CPO tetap menjadi pilihan utama di industri pangan," jelas Eddy.
Dalam dunia kosmetik, CPO memiliki peran penting sebagai bahan baku pembuatan produk kecantikan. PASPI tahun 2025 menyebutkan bahwa sekitar 70 persen produk kosmetik di dunia mengandung minyak sawit mentah karena sifatnya yang melembapkan dan memberikan tekstur pada produk. Selain itu, industri oleokimia memproses minyak sawit menjadi berbagai bahan kosmetik dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan alternatif lainnya.
Minyak sawit juga digunakan dalam produk kebersihan seperti sabun, sampo, deterjen, dan sabun cuci piring.
"CPO memberi karakteristik tertentu pada produk kebersihan, menjadikannya lebih efektif dan ramah lingkungan," kata Eddy.
Sementara itu, di sektor energi, CPO berperan sebagai campuran biodiesel, yang menjadi alternatif bahan bakar nabati ramah lingkungan. Dalam beberapa kasus, biodiesel berbasis CPO bahkan dapat mencapai komposisi 100 persen sebagai bahan bakar hijau yang mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Eddy menekankan bahwa pemanfaatan CPO semakin berkembang, terutama dengan adanya inovasi teknologi dalam industri kelapa sawit.
"Minyak sawit bukan hanya soal pangan, tetapi juga tentang masa depan energi dan industri berkelanjutan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/H)









