PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di kota tersebut untuk bersama-sama mengurangi polusi plastik. Ajakan ini disampaikan Fairid mengingat dampak buruk sampah plastik yang sangat signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

"Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai," kata Fairid Naparin pada Selasa, 27 Mei 2025.

Selama waktu tersebut, sampah plastik mencemari laut, merusak ekosistem, dan bahkan masuk ke dalam rantai makanan manusia.

Fairid menjelaskan, dampak dari sampah plastik sangat beragam dan membahayakan. Mulai dari membunuh satwa laut karena terlilit atau tertelan, hingga mencemari air dan tanah yang berdampak pada kesehatan manusia.

Plastik yang terurai menjadi mikroplastik juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman.

Selain itu, sampah plastik juga menyebabkan pemandangan kota menjadi kurang indah dan mengurangi nilai estetika lingkungan. Hal ini berdampak pada pariwisata dan citra kota Palangka Raya.

Untuk mengurangi polusi plastik, Fairid mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, sedotan, dan kemasan makanan. Ia juga mendorong penggunaan tas belanja ramah lingkungan dan mengajak pelaku usaha untuk beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, lanjutnya akan terus berupaya untuk mengelola sampah plastik secara efektif dan efisien. Upaya ini meliputi peningkatan fasilitas pengolahan sampah, sosialisasi kepada masyarakat, dan penegakan peraturan terkait pengelolaan sampah.

"Kerja sama semua pihak sangat penting untuk mewujudkan Palangka Raya yang bersih dan bebas dari polusi plastik," pungkasnya. (PATHUR/j)