SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi pelaku usaha industri rumah tangga. Kegiatan tersebut meningkatkan keamanan dan mutu produk pangan industri rumah tangga (PIRT) yang beredar sehingga dapat bersaing di pasar modern baik pasar domestik maupun internasional. 

"Kegiatan ini memberi pembekalan kepada pengelola  atau pemilik industri rumah tangga pangan agar mampu memproduksi pangan yang sehat, aman, bermutu dan hygienis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, Selasa, 27 Mei 2025.

Itu ia ungkapkan saat dirinya membuka kegiatan tersebut. Adapun sasarannya adalah para pemilik atau pengelola Industri Rumah Tangga Pangan yang sudah memiliki Izin edar  dan belum Pernah mengikuti bimtek penyuluhan keamanan pangan. 

"Kegiatan ini kita laksanakan dua kali dalam setahun. Saat ini ada 70 pelaku UMKM yang mengikuti bimtek," ucapnya. 

Lebih lanjut dengan adanya kegiatan Bimtek Penyuluh Keamanan Pangan ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mengolah pangan sehingga tidak ada cemaran baik fisik, biologi maupun kimia yang ikut masuk dalam pangan baik itu melalui tempat pengolahan, peralatan yang digunakan, perilaku pengolahnya sendiri atau dari bahan makanannya. 

"Sehingga olahan pangan industri rumahan di Kotim aman bagi konsumen dan dapat bersaing di pasar modern," harapnya. 

Sementara Ketua Pelaksana Bimtek PKP Abdurrahman mengungkapkan kegiatan tersebut juga meningkatkan efektivitas sistem pengawasan pemenuhan komitmen SPPIRT. Sehingga wajib diikuti oleh pelaku UMKM. 

Lebih lanjut ia mengungkap nantinya para peserta akan dilakukan tes mulai dari pretest hingga postest. 

"Peserta diberi pretest dulu, kemudian ada narasumber yang memberi materi. Setelah itu baru dilaksanakan postest dan para peserta harus mendapat nilai 60. Kalau belum mencapai nilai itu harus remedial," ucapnya. 

Nilai tersebut merupakan standar untuk mendapatkan sertifikasi pemenuhan komitmen produksi pangan olahan industri rumah tangga (SPP-IRT). 

"Diharapkan setelah mendapatkan bimtek  teknis penyuluhan keamanan pangan dan dilakukan pembinaan pelaku usaha dapat menerapkan cara produksi pangan yang baik sehingga pangan yang dihasilkan pangan aman dan bergizi yang beredar di masyarakat," harapnya. (DEVIANA/j)