PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai upaya meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia di lingkungan akademik, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggandeng Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dalam penyelenggaraan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI Adaptif.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menegaskan bahwa program UKBI Adaptif merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang efektif dan standar bagi masyarakat akademik.

"Program UKBI Adaptif merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran akan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang efektif dan standar bagi masyarakat akademik," kata Sukardi dalam rilisnya pada Rabu, 28 Mei 2025.

Hal ini disambut baik oleh Wakil Direktur II Poltekkes Palangka Raya, Nang Randu Utama.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada sosialisasi mengenai UKBI Adaptif dan layanan Balai Bahasa. Peserta mendapatkan pendampingan langsung dari tim penyelenggara dalam proses pendaftaran akun UKBI.

Pada hari kedua, ujian UKBI Adaptif dilaksanakan dengan diikuti oleh mahasiswa dan dosen Poltekkes Palangka Raya.

"Tes ini dirancang untuk mengukur tingkat kemahiran peserta dalam berbagai aspek kebahasaan, termasuk mendengarkan dan membaca," katanya lagi.

Penyelenggaraan tes ini mendapatkan respon positif dari peserta, yang merasa terbantu dalam memahami standar kemahiran bahasa Indonesia.

"Ke depannya, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap UKBI Adaptif dapat menjadi bagian dari penguatan kompetensi akademik dan profesional," jelas Sukardi.(TESTI PRISCILLA/R)