BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelapa sawit telah lama menjadi salah satu sumber utama minyak nabati yang digunakan di berbagai negara.
Selain manfaatnya bagi dunia industri dan konsumen, kelapa sawit juga dikenal sebagai komoditas nihil limbah atau zero waste, setiap bagian dari tanaman ini memiliki nilai guna dan ekonomi tinggi. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu sumber daya alam yang dikelola dengan bijak.
Menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, kelapa sawit dapat diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi.
"Setiap bagian dari kelapa sawit, mulai dari tandan buah segar hingga batangnya, memiliki potensi untuk dijadikan bahan baku industri yang beragam," ujar Eddy Abdurrahman dalam rilisnya pada Rabu, 28 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan maksimal tanaman kelapa sawit mendukung prinsip keberlanjutan dan efisiensi sumber daya.
Tandan Buah Segar atau TBS merupakan bagian utama dari kelapa sawit yang menghasilkan buah sawit. Selain minyak yang diekstrak dari inti sawit dan daging buahnya, limbah dari TBS berupa tandan kosong kelapa sawit atau tankos dapat dimanfaatkan untuk berbagai industri, termasuk produksi rayon, karbon, pulp dan paper, serta kompos.
Buah sawit sendiri memiliki dua komponen utama yang bisa diekstrak menjadi minyak. Inti sawit menghasilkan minyak inti sawit mentah atau crude palm kernel oil, sementara mesocarp, yaitu daging buah sawit, diolah menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil.
"Kedua jenis minyak ini banyak digunakan dalam industri pangan dan oleokimia, seperti margarin, biodiesel, kosmetik, dan farmasi," tambah Eddy.
Selain itu, bagian lain dari tanaman kelapa sawit, seperti cangkang dan ampas sawit, dapat dijadikan biofuel serta pakan ternak. Pelepah dan batang sawit pun tidak luput dari pemanfaatan, di mana bahan ini sering digunakan dalam produksi bahan bakar biofuel, pembuatan arang, serta bahan baku industri kertas dan furniture.
Dengan pemanfaatan yang begitu luas, kelapa sawit membuktikan diri sebagai tanaman yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan.
"Pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan memastikan bahwa setiap bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan tanpa menyisakan limbah," tegas Eddy Abdurrahman.
Dengan demikian, kelapa sawit tetap menjadi pilihan unggulan bagi industri yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.(TESTI PRISCILLA/R)









