BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengamankan lima siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang kedapatan membolos sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
Kelima siswa tersebut ditemukan oleh anggota patroli perintis Ditsamapta Polda Kalteng di sebuah warung internet (warnet) dekat Stadion Mantikei, Jalan Sudirohusodo, Palangka Raya, pada pagi hari.
Para siswa tersebut awalnya mengaku kepada petugas bahwa mereka diizinkan pulang oleh pihak sekolah karena terlambat datang.
Namun, setelah dibawa ke sekolah untuk klarifikasi, pihak sekolah membantah pernyataan para siswa tersebut. Sekolah menyatakan tidak pernah mengizinkan siswa yang terlambat untuk pulang.
"Tim patroli langsung membawa kelima pelajar ke bagian Bimbingan Konseling (BK) sekolah untuk meminta klarifikasi. Setelah dikonfirmasi, pihak sekolah menyatakan tidak membenarkan hal yang diucapkan para siswa," ujar Direktur Samapta Polda Kalteng Kombes Pol Arie, Rabu, 28 Mei 2025.
Setelah mendapatkan klarifikasi dari pihak sekolah, tim patroli memberikan arahan dan pembinaan kepada kelima siswa tersebut. Petugas menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam menuntut ilmu.
Mereka juga diberikan pemahaman tentang dampak negatif membolos sekolah dan pentingnya mematuhi peraturan sekolah.
Kombes Pol Arie Sandy Z. Sirait menegaskan bahwa patroli rutin yang dilakukan Ditsamapta Polda Kalteng akan terus berlanjut. Patroli ini bertujuan untuk mencegah dan mengantisipasi berbagai potensi kenakalan remaja, termasuk tawuran antar pelajar dan mencegah siswa membolos sekolah.
"Patroli ini merupakan upaya kami untuk melindungi anak bangsa dari perilaku kenakalan remaja atau tawuran antar pelajar. Kami akan terus melakukan patroli dan memberikan pembinaan kepada pelajar yang tidak masuk sekolah," tegas Kombes Pol Arie. (PATHUR/R)









