PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigjen Pol Rakhmad Setyadi, menekankan pentingnya pendekatan yang adil, transparan, dan berkeadilan dalam menjaga harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat).

Hal ini disampaikannya sejalan dengan semangat reformasi institusi kepolisian yang terus digencarkan. Komitmen Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kini memerlukan strategi yang adaptif dan inovatif.

Brigjen Pol Rakhmad menjelaskan bahwa upaya untuk mewujudkan hal tersebut antara lain dilakukan dengan membentuk tim pelatihan bagi personel Polri dan mendorong pembangunan partisipatif bersama masyarakat. Kerja sama dan kolaborasi dengan masyarakat dianggap krusial dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.

Dalam paparannya, Wakapolda Kalteng juga memaparkan tujuh tantangan utama yang dihadapi Polri dalam mendukung stabilitas nasional.

"Tujuh tantangan tersebut adalah pemberantasan narkoba, perjudian daring, tindak pidana korupsi, penanggulangan bencana alam, konflik sosial, kejahatan siber, dan terorisme, tantangan-tantangan ini memerlukan penanganan yang serius dan terintegrasi," katanya, Rabu, 28 Mei 2025.

Selain itu, Brigjen Pol Rakhmad juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Ia menekankan pentingnya dukungan Polri terhadap program pembangunan berkelanjutan, termasuk ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan vokasional di bidang pertanian juga dianggap sangat penting.

Wakapolda berharap strategi dan kolaborasi yang tepat akan menjadi katalis akselerasi program nasional menuju Indonesia Emas 2045.

"Ia optimistis dengan sinergi dan inovasi yang dilakukan, Polri dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan cita-cita tersebut," pungkasnya. (PATHUR/j)