PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam kegiatan Sosialisasi Internal Menjaga Kedaulatan Bahasa Negara, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menegaskan bahwa Bahasa Indonesia bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas, jati diri, dan simbol kedaulatan negara.

"Menjaga kemurnian bahasa bukan hanya tugas lembaga kebahasaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi wajah institusi publik," kata Sukardi dalam rilisnya pada Rabu, 28 Mei 2025.

Melalui sosialisasi ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga, mengembangkan, dan membina Bahasa Indonesia di wilayahnya. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran kebahasaan, serta memastikan bahwa regulasi penggunaan bahasa negara diterapkan dengan baik di berbagai sektor pemerintahan dan publik.

Sukardi Gau menambahkan bahwa upaya pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia tidak boleh dipandang sebagai bentuk pembatasan, tetapi sebagai langkah perlindungan terhadap hak bahasa warga negara.

"Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan Bahasa Indonesia sebagai faktor pemersatu bangsa dan identitas nasional di tengah keragaman budaya dan bahasa daerah," tutur Sukardi.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah merencanakan berbagai program pembinaan dan pengawasan penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan pemerintahan, pendidikan, serta masyarakat umum.

"Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, Balai Bahasa akan mendorong kesadaran kolektif dalam menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kaidah dan norma kebahasaan yang berlaku," katanya.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap semakin banyak elemen masyarakat yang turut serta dalam mengawal pemartabatan bahasa negara.

"Dengan demikian, Bahasa Indonesia tetap terjaga sebagai simbol kedaulatan bangsa yang memiliki daya saing di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi komunikasi," tutup Sukardi. (TESTI PRISCILLA/j)