SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih mendapat sambutan hangat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).  Pembentukan koperasi ini berjalan cepat, khususnya di Kecamatan Cempaga Hulu.  

 “Sudah ada tiga desa yang melaksanakan Musdesus untuk membentuk Koperasi Merah Putih. Selanjutnya ada delapan desa lagi. Insyaallah minggu depan selesai," kata Camat Cempaga Hulu, Gusti Mukafi, Rabu, 28 Mei 2025.

Kecamatan Cempaga Hulu, yang terdiri dari 11 desa, menargetkan seluruh desa memiliki Koperasi Merah Putih.  Mukafi optimistis target ini akan tercapai. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat dan aparat desa, menekankan pentingnya niat baik dalam pembentukan koperasi ini. 

"Semoga pembentukan koperasi desa Merah Putih berjalan lancar dan terpilih pengurus yang amanah serta visioner," harapnya.  

Ia menambahkan bahwa koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendorong pembangunan desa.

Di tingkat Kabupaten, Pemerintah Kotim menargetkan pembentukan 185 Koperasi Merah Putih paling lambat 12 Juni 2025, sesuai dengan jumlah desa dan kelurahan di Kotim.  

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kotim, Johny Tangkere mengungkapkan  pembentukan Koperasi Merah Putih kita ditargetkan sampai 12 Juni sesuai ketentuan dari pusat, jadi pada 12 Juni itu semua sudah mendapatkan akta notaris dan kemudian 28 Oktober Presiden mencanangkan bahwa koperasi itu mulai beroperasi.

Saat ini, sekitar 20 Koperasi Merah Putih telah resmi dibentuk dan memiliki akta notaris.  Puluhan lainnya telah dibentuk melalui musdesus, namun masih dalam proses pengurusan akta notaris.  Untuk mencapai target, pemerintah Kotim menggencarkan musdesus dan memberikan pembekalan kepada koperasi yang telah terbentuk untuk membantu pendampingan di desa-desa lain. (DEVIANA/j)