BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Zainudin menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap peternak lokal guna mengurangi ketergantungan pasokan hewan ternak dari luar daerah. Hal ini disampaikannya sebagai bentuk masukan dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian peternakan di wilayah Kotim.
“Kemandirian pangan, termasuk hewan ternak, tidak bisa lepas dari peran aktif pemerintah dalam memberikan dukungan dan pembinaan kepada peternak lokal,” kata Zainudin, Rabu, 28 Mei 2025.
Zainudin mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim yang selama ini telah menjalankan berbagai program pengembangan peternakan sapi dan kambing. Meski begitu, ia mengakui dukungan tersebut belum menyeluruh.
Zainudin mendorong penerapan program integrasi sawit-sapi sebagai solusi dalam meningkatkan populasi dan efisiensi peternakan lokal.
Menurutnya, program ini bisa memberikan manfaat ganda, baik untuk produksi pupuk organik dari kotoran sapi maupun peningkatan produksi ternak secara berkelanjutan.
--page
“Kalau program integrasi ini dijalankan dengan baik, kita bisa mengurangi ketergantungan dari luar dan memperkuat sektor peternakan lokal,” tambahnya.
Untuk mengurai ketergantungan terhadap sapi dari luar daerah, Zainudin menekankan pentingnya upaya peningkatan populasi hewan ternak lokal, khususnya sapi dan kambing. Ini menjadi langkah jangka panjang dalam membangun kemandirian pangan di Kotim.
“Tujuan akhirnya adalah swasembada ternak, dan itu hanya bisa dicapai jika kita bersama-sama mendukung peternak lokal dari segi kebijakan, bantuan, dan pembinaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, meski tidak bisa membatasi masuknya hewan ternak dari luar daerah seperti Banjarmasin, Sulawesi dan Jawa, karena menyangkut aktivitas perdagangan masyarakat. Zainudin menekankan pentingnya kontrol ketat.
Ia meminta agar seluruh ternak yang masuk ke Kotim telah menjalani proses karantina, vaksinasi, dan dipastikan bebas dari penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Ini penting agar hewan yang masuk ke Kotim benar-benar sehat dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









