PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai bagian dari inovasi dalam pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, seleksi pembuatan konten digital menjadi salah satu tahapan penting dalam ajang ini.

"Langkah ini bertujuan untuk menilai kemampuan para peserta dalam memanfaatkan media sosial guna menyebarkan informasi mengenai bahasa, sastra, dan literasi. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Duta Bahasa diharapkan mampu beradaptasi dan menjadi penggerak edukasi kebahasaan di dunia digital," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau dalam rilisnya pada Rabu, 28 Mei 2025.

Seleksi konten digital tidak hanya menguji kreativitas peserta dalam menyampaikan informasi, tetapi juga melihat sejauh mana mereka memahami aspek kebahasaan yang disampaikan.

"Peserta dituntut untuk menghasilkan konten menarik dan informatif yang dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Sebagai mitra Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, mereka memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran linguistik melalui media sosial," katanya lagi.

Selain seleksi konten digital, tahapan seleksi kebahasaan turut menjadi aspek krusial dalam pemilihan Duta Bahasa tahun ini. Para peserta menjalani Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia atau UKBI sebagai bagian dari penilaian terhadap kapasitas mereka dalam berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Simulasi UKBI juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi peserta dalam mengenal lebih jauh mekanisme uji kemahiran tersebut.

Pelaksanaan UKBI dalam seleksi ini bukan hanya untuk menilai kemampuan peserta secara individu, tetapi juga sebagai upaya sosialisasi pentingnya uji kemahiran bahasa bagi masyarakat luas.

"Dengan demikian, para calon Duta Bahasa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia serta literasi kebahasaan secara lebih luas," jelas Sukardi lagi.

Kombinasi antara seleksi kebahasaan dan seleksi konten digital memperkuat aspek multidimensional dalam pemilihan Duta Bahasa. Tidak hanya kecakapan berbahasa yang diuji, tetapi juga kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi untuk menyebarluaskan wawasan kebahasaan dan literasi. Hal ini menjadikan pemilihan Duta Bahasa sebagai ajang yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan berjalannya dua seleksi ini, para peserta semakin mendekati tahap akhir dalam perjalanan mereka menjadi Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Keberhasilan mereka dalam seleksi ini akan menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai duta bahasa yang tidak hanya mengedukasi masyarakat secara konvensional, tetapi juga melalui platform digital yang semakin berkembang. (TESTI PRISCILLA/H)