BORNEONEWS, Sampit – Menyikapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak di dalam Kota Sampit, Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie mendesak pemerintah daerah melalui Dinas SDABMBKPRKP agar segera melakukan pemeliharaan.
Ia menegaskan bahwa jalan berlubang dan bergelombang sangat membahayakan keselamatan pengendara.
"Karena dana pemeliharaan ada, agar dinas terkait memperhatikan jalan-jalan yang sudah rusak agar tidak bertambah parah," kata Rinie, Kamis, 29 Mei 2025.
Rinie menambahkan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan, potensi kecelakaan lalu lintas akan terus meningkat. Ia meminta dinas teknis untuk lebih sigap dan responsif terhadap laporan masyarakat.
DPRD Kotim berkomitmen untuk terus mengawasi dan mendorong percepatan pemeliharaan infrastruktur jalan, guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan seluruh warga yang beraktivitas di Kota Sampit.
Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan banyaknya titik jalan rusak di beberapa ruas strategis dalam kota, seperti Jalan Tjilik Riwut, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pemuda, dan Jalan Muchran Ali.
Kondisi jalan tersebut disebut bergelombang dan berlubang yang dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Salah satu warga, Sulis, mengungkapkan keresahannya saat melintas di Jalan Tjilik Riwut. Ia menyebut baru-baru ini ada insiden ibu-ibu terjatuh akibat jalan bergelombang.
"Jalan Tjilik Riwut ini tidak hanya satu titik yang rusak. Benjol-benjol dan berlubang seperti ini membahayakan. Di Jalan Jenderal Sudirman pun banyak lubang dari arah Bundaran Belanga ke Citimall," katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Pemuda, terutama dari arah lampu merah menuju Taman Kota Sampit. Jalan tersebut sudah lama dalam kondisi miring dan rawan kecelakaan.
Selain itu, terdapat lubang cukup dalam di salah satu perempatan dekat tambal ban yang belum ditangani sejak sebelum Lebaran 2025.
“Karena posisinya dekat median jalan dan minim penerangan, banyak pengendara yang tidak sadar. Sudah ada yang jatuh karena lubang itu,” tandas Sulis. (DEWI PATMALASARI/R)









