BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bersama Majalah Sawit Indonesia sukses menyelenggarakan Workshop Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2025 di Madiun, Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh 110 peserta yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM, mahasiswa, dosen, serta masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Madiun, Agus Siswanta, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyampaikan salam dari Wali Kota Madiun yang mendukung penuh pengembangan produk UKM di wilayah tersebut.
"Workshop ini memberikan wawasan tentang manfaat sawit bagi pelaku UKM dan masyarakat," ujar Agus dalam rilis yang disampaikan BPDP pada Kamis, 29 Mei 2025.
Agus Siswanta menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UKM melalui berbagai program. Fokus utama mencakup sertifikasi halal, peningkatan keterampilan, serta perluasan promosi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam workshop ini, sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Rektor Universitas Merdeka Madiun, Luluk Sulistiyo Budi, Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, serta pendiri Smart Batik, M Nur Ihsan, dan pendiri Bluder Moju, Argo Suryo Saputro. Mereka berbagi wawasan mengenai pengembangan produk berbasis sawit dan strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh pelaku UKM.
Ketua Pelaksana Workshop, Qayuum Amri, menegaskan pentingnya kolaborasi antara BPDP dan Majalah Sawit Indonesia dalam memperkenalkan produk turunan sawit yang dapat dikembangkan oleh UKM.
"Jumlah wisatawan di Kota Madiun terus meningkat, mencapai 2 juta pada tahun lalu. Kami berharap pelaku UKM tetap memanfaatkan turunan sawit seperti minyak goreng dan margarin, serta mengenalkan inovasi seperti kerajinan batik sawit," pungkas Qayuum. (TESTI PRISCILLA/j)









