BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya.
Komitmen ini disampaikan menyusul keberhasilan menurunkan angka prevalensi stunting di Kota Palangka Raya hingga 8,9 persen.
Meskipun angka prevalensi stunting mengalami penurunan yang signifikan, Wali Kota Fairid Naparin menekankan pentingnya evaluasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan kekurangan dalam program tersebut.
Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan penurunan angka stunting dan mencegah peningkatan kembali di masa mendatang.
"Penurunan angka stunting ini merupakan capaian yang membanggakan, tetapi kita tidak boleh berpuas diri," ujar Wali Kota Fairid Naparin, Kamis, 29 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa evaluasi akan dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk dinas kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat.
Evaluasi akan mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan program, hingga pemantauan dan evaluasi program. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa program percepatan penurunan stunting berjalan efektif dan efisien.
Hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi dan program percepatan penurunan stunting yang lebih terarah dan efektif di masa mendatang. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus berupaya menurunkan angka stunting hingga mencapai target nasional.
Wali Kota Fairid Naparin berharap dengan evaluasi yang komprehensif ini, program percepatan penurunan stunting di Kota Palangka Raya dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa.
"Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mengatasi masalah stunting," pungkasnya. (PATHUR/j)









