BORNEONEWS, Sampit – Rencana penutupan akses Jalan Bengkirai akibat pengembangan Bandara Haji Asan Sampit memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menyatakan dukungannya terhadap proyek strategis tersebut, namun mengingatkan pentingnya memperhatikan kebutuhan warga yang terdampak.
“Kami mendukung penuh pengembangan bandara, tapi jangan sampai mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar. Setiap langkah harus mempertimbangkan dampaknya secara sosial,” tegas Rimbun, Kamis, 29 Mei 2025.
Jalan Bengkirai selama ini menjadi jalur utama bagi warga Kampung Bengkirai menuju pusat Kota Sampit. Alternatif jalan yang disiapkan pemerintah disebut terlalu jauh, belum layak pakai, minim penerangan, serta melewati kawasan yang rawan karena berada di dalam hutan.
Rimbun menegaskan pihaknya akan menjalin koordinasi intensif dengan Pemkab Kotim dan manajemen Bandara Haji Asan guna membahas solusi terbaik bagi semua pihak. Termasuk dalam agenda pembahasan adalah status hukum jalan tersebut dan kemungkinan opsi jalan pengganti.
“Penting untuk memastikan terlebih dahulu status lahan itu, apakah memang menjadi bagian dari kawasan bandara dan harus ditutup, atau masih ada peluang untuk mempertahankan akses tersebut dengan pengaturan tertentu,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor menyatakan bahwa penutupan Jalan Bengkirai diperlukan untuk mendukung kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP). Namun, warga menyampaikan keberatan karena jalan itu telah digunakan sejak lama sebelum bandara diperluas.
“Persoalan legalitas dan kepemilikan lahan ini harus ditelusuri dengan jelas, apakah merupakan hak bandara atau masyarakat. Kami tidak ingin ada keputusan yang terburu-buru tanpa kejelasan dasar hukum,” tambah Rimbun.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan kelangsungan aktivitas masyarakat lokal.
“Kami mendukung pembangunan yang pro-rakyat. Pengembangan bandara penting, tapi akses masyarakat juga harus dijamin. Jangan sampai ada yang dikorbankan demi kepentingan sepihak,” tutupnya. (Ari/j)









