SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Manager Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Hendrik Sugiharto menanggapi rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam pemindahan bongkar muat barang ke Dermaga Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU). Ia berharap pemindahan tersebut dikaji ulang. 

"Terkait rencana relokasi bongkar muat barang ini juga sudah saya sampaikan ke kantor pusat kami di Surabaya," katanya, Kamis, 29 Mei 2025.

Belum lama ini, Bupati Kotim Halikinnor menginginkan aktivas bongkar muat barang yang ada di Pelabuhan Sampit dipindahkan dari pusat kota yaitu Sampit ke Dermaga Bagendang. Sehingga di Pelabuhan Sampit hanya digunakan untuk penumpang. 

Alasan pemindahan itu untuk memperbaiki wajah Kota Sampit dan mengurangi aktivitas lalu lintas truk besar di pusat kota. 

Namun, Hendrik menegaskan pemindahan tersebut perlu dikaji ulang.  Dalam hal ini, armada DLU sendiri tidak hanya memuat penumpang tapi juga barang dari pulau Jawa. Dengan adanya pemindahan itu, maka  akan membuat kapal DLU dua kali kegiatan operasional. 

--page

" Kami sudah menyampaikan bawah kapal DLU tidak mungkin dalam menjalankan kegiatan operasionalnya 2 kali, karena DLU selain kapal penumpang juga membawa barang  yang menjadi satu kesatuan bidang usaha," jelasnya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika kapal DLU harus bersandar di Dermaga Bagendang saat menurunkan barang dan bersandar di Pelabuhan Sampit saat menurunkan penumpang, secara teknik tidak memungkinkan. 

"Alasannya, Pelabuhan Sampit dan Dermaga Bagendang memiliki jarak 10 mill atau 45 menit pelayaran. Yang diperhatikan lagi antara dermaga dengan pelabuhan Sampit itu dengan case alur sungai yang harus memperhitungkan pasang surut. Selain itu juga olah gerak kapal karena dari sisi perijinan gerak juga akan kesulitan," tegasnya. 

Ia menambahkan pemindahan bongkar muat barang dari Pelabuhan Samput ke Bagendang juga nantinya akan berdampak pada kenaikan harga barang. Pasalnya, para pelaku usaha harus menambah biaya angkutan dan buruh bongkar. 

"Bila DLU masuk ke Pelabuhan Sampit, langsung bisa merasa harga lebih murah karena tidak memerlukan lagi biaya estafet bongkar lantaran lebih dekat dengan pasar," paparnya. 

DLU adalah perusahaan pelayaran satu-satunya di Kotim yang mengangkut penumpang maupun  barang baik itu sembako dan lainnya. Keberadaan DLU dinilai telah membantu perekonomian di Kotim selama ini. 

"DLU sudah turut membantu perkembangan perekonomian Sampit sejak berdiri yaitu tahun 1999 hingga sekarang. Jadi kami harap pemindahan pelabuhan barang dikaji ulang," tutupnya. (DEVIANA/Y)