BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan Gerakan Menanam Padi Serentak di lima kecamatan, sebagai upaya strategis untuk meningkatkan produksi padi dan mendorong kemandirian pangan daerah.
“Gerakan ini merupakan langkah strategis untuk peningkatan luas tanam dan optimalisasi lahan pertanian, khususnya lahan tadah hujan,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Masri, Kamis, 29 Mei 2025.
Lanjutnya, gerakan menanam padi ini serentak dilakukan di lima titik lokasi pada Selasa, 28 Mei 2025, yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Baamang, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kecamatan Teluk Sampit, dan Kecamatan Pulau Hanaut.
Salah satu kegiatan utama dipusatkan di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, yang merupakan lokasi cetak sawah rakyat dan lahan optimalisasi.
Ia menambahkan, gerakan tanam serentak ini mendukung pemanfaatan waktu tanam yang tepat serta penggunaan sumber daya secara efisien. Hal ini penting dilakukan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim dan mempercepat indeks pertanaman.
Gerakan ini juga merupakan implementasi dari program Kementerian Pertanian RI yang mendorong ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Kita optimis dengan pelaksanaan tanam serentak ini, target Indonesia menuju swasembada pangan akan lebih cepat tercapai. Ini tidak hanya soal produksi, tapi juga demi kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.
Pemkab Kotim berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi petani untuk lebih semangat dalam mengelola lahan pertanian serta meningkatkan produktivitas pertanian di tengah tantangan iklim yang semakin dinamis. (DEWI PATMALASARI/H)









